Tuesday, 3 March 2015

"Nasi Uduk"



Ceritanya hari minggu kemarin kangen lagi sama nasi uduk tempo dulu. Saat masih sekolah saya sempat juga jualan nasi uduk kemasan yang dititip di warung-warung dekat rumah dan juga pesanan teman-teman sekolah. Kalau di Palembang biasa menyebutnya nasi gemuk. Lumayan laris juga, bisa habis lebih dari 50 bungkus sehari. Modalnya dari ibu dan untungnya untuk tabungan saya hehehe.... (^_^).

 Selama tinggal di batam belum pernah jumpa nasi uduk yang benar-benar pure terasa santannya. Kebanyakan yang dijual nasi kuning, kalaupun ada yang jual nasi uduk tapi nggak berasa khasnya santan di nasinya, bahkan rasanya nggak ada bedanya dengan nasi putih biasa (-_-).

Nasi uduk biasanya dimakan bersama pelengkapnya seperti sambal tempe, telur rawis, bihun goreng, sambal manis, dan kerupuk. Atau sering juga ditambahkan ayam goreng atau perkedel.

Saya hanya akan memposting resep nasi uduknya aja ya. Pelengkapnya bisa disesuaikan selera masing-masing. Untuk nasi uduk yang saya buat ini, pelengkapnya saya sajikan sambal tempe, ayam pop corn, telur rawis, dan kerupuk udang. Pengennya ada bihun gorengnya tapi nggak keburu lagi mau masaknya.


"NASI UDUK"
(Rice Cooked in Coconut Milk)
Oleh : Nova Rilandari

Bahan :
300 gr beras pulen, cuci bersih
500 ml santan
1 batang serai, digeprek
2 lembar daun salam
1 sdt garam halus

Pelengkap ( sesuai selera ) :
Sambal tempe
Telur rawis
Ayam pop corn ( resepnya bisa lihat disini )
Kerupuk udang
Bawang goreng

Cara membuat :
Kukusan : Masak santan, serai, daun salam, dan garam sampai mendidih sambil diaduk. Masukkan beras, masak hingga santan habis terserap ke dalam beras. Aduk sesekali agar santan terserap merata dan tidak gosong. Siapkan kukusan, pindahkan beras ke dalam kukusan dan kukus hingga matang.
Rice Cooker/Magicom : Campur semua bahan ke dalam rice cooker/magicom. Masak hingga matang. Aduk sesekali agar santan terserap merata.



Abang khalif senang sekali saat tau bundanya masak nasi uduk. Langsung deh tambah lahap makannya, dua piring lewaattt....hahahaha.... :D

"Happy Cooking" ^^

"Bada Lado Ijo"


Kalau sambal gini kesukaan suami banget. Makannya bisa lahap, tambuah ciek hehehe... ^_^ Yang namanya sambal tuh nggak pernah absen di menu makan kami sekeluarga. Mau dimasak apa aja yang penting dalam bentuk sambal.

Saat pulang ke Padang akhir tahun kemarin, saya sempat bawa ikan bada khas Danau Maninjau. Awal kenal ikan ini saat ibu mertua menggoreng ikan ini untuk lauk makan, saat dicobain wah enak juga nih, apalagi kalau dimasak campur dengan cabe hijau, hmmmm.....dah kebayang enaknya.

Jadilah saya ikut pergi ke pasar dengan niatan mau beli ikan bada untuk dibawa pulang. Harganya nggak terlalu mahal dibandingkan ikan teri yang biasa saya beli. Beli 100gr cukup untuk nanti dimasak dirumah. Di batam saya belum pernah lihat yang jual ikan bada, atau saya aja mungkin yang nggak tau ya ^_^ , kalaupun ada harganya pasti mahal.

Tapi...dari pulang sampai sekarang, baru saya masak sekarang ikannya hihihihi..... Untungnya saya simpan dalam lemari es jadi ikannya masih awet. Saya pakai kentang untuk campurannya, mau dicampur bahan lain atau nggak dicampur apa-apa juga nggak masalah, kembali ke selera masing-masing ya.

"BADA LADO IJO"
Oleh : Nova Rilandari

Bahan :
100gr ikan bada kering
500gr kentang
1/2 sdt gula pasir

Bumbu halus :
100gr cabe hijau
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih

Cara membuat :
◆ Rendam ikan bada dengan air panas sebentar, lalu tiriskan. Goreng ikan bada hingga garing. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.
◆ Kupas kentang, potong kotak-kotak kecil, lalu cuci bersih. Goreng kentang hingga matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.
◆ Tumis bumbu halus hingga harum sambil diaduk-aduk. Kalau minyak kering, tambahkan minyak sedikit-sedikit.
◆ Tambahkan gula pasir, aduk rata. Saya tidak menambahkan garam karena ikan badanya sudah asin. 
◆ Masukkan ikan bada dan kentang. Aduk hingga tercampur rata dengan tumisan cabe. Angkat dan sajikan.


Penampakan ikan bada kering

Saya juga sempat mencoba Palai Bada, masakan lain yang bahannya juga dari ikan bada. Palai bada dibuat dari ikan bada basah yang dibungkus daun pisang. Rasanya juga nggak kalah enaknya plus puoooll pedasnya.

"Happy Cooking" ^^

Friday, 27 February 2015

"Dadar Gulung Mawar"


Saat dadar gulung mawar ini booming di group masak, langsung deh masuk list resep yang akan saya trial. Tapi....ya itu nggak selalu langsung saya coba, makanya saat booming resep terbaru di sosmed...eh saya malah baru trial resep yang booming kemarinnya lagi hihihihi...... Apalagi resep yang butuh ketelatenan seperti ini, harus menyisihkan waktu untuk trial. Bahkan beberapa kali rencana mau bikin, sudah beli kelapa parut untuk isiannya, tapi malah nggak sempat bikin dan ujung-ujungnya kelapa parutnya dipakai untuk masak yang lain hehehe..... :P

Naah....akhirnya sempat juga trial deh. Untuk isiannya saya menggunakan gula pasir jadi warna kelapa parutnya tetap putih. Bisa juga diganti gula merah jika ingin isiannya berwarna cokelat, sama seperti dadar gulung yang biasa dijual.


"DADAR GULUNG MAWAR"
Oleh : Nova Rilandari

Bahan :
250 gr tepung terigu protein sedang
2 butir telur
1/2 sdt garam halus
600 ml santan encer
Pasta pandan dan strawberry secukupnya

Isian :
150 gr kelapa parut
1/2 sdt garam halus
100 gr gula pasir
50 ml air
1 lembar daun pandan, potong-potong

Cara membuat :
Isian : Campurkan semua bahan, aduk rata dan masak hingga semua meresap dalam kelapa parut dan airnya kering, tapi tekstur kelapa masih sedikit basah. Angkat dan dinginkan. Sisihkan.
Kulit dadar : Campur rata tepung terigu dan garam. Buat cekungan ditengahnya, lalu masukkan telur dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga menjadi adonan encer dan licin.
◆ Bagi adonan menjadi dua bagian yang sama. Beri pasta masing-masing bagian. Aduk hingga tercampur rata.
◆ Panaskan wajan datar. Tuangkan adonan satu sendok sayur, putar wajannya agar didapat kulit dadar yang lebar dan tipis. Masak hingga matang. Lakukan hingga semua adonan habis.
◆ Ambil satu lembar kulit warna merah, kerat jadi 4 bagian sama rata tapi tidak putus. Letakkan 1 sdt isian yang dipadatkan di tengah kulit. Lipat bagian yang dikerat satu persatu membalut isian, hingga membentuk mawar (lihat gambar untuk jelasnya).


◆ Ambil satu lembar kulit dadar warna hijau, kerat jadi 4 bagian sama rata tapi tidak putus. Letakkan kulit mawar merah ditengahnya. Lipat lagi bagian yang dikerat membalut kulit mawar merah (lihat gambar untuk jelasnya).


◆ Lakukan semua stepnya hingga semua kulit dadar habis.

Selesai deh....akhirnya jadi juga dadar gulung mawarnya. Masih belum rapi sih, maklum ya first trial soalnya hehehe.... 

"Happy Cooking" ^^

Thursday, 26 February 2015

"Hot Spicy Chicken Wings"


Sudah lama pengeeen banget makan spicy chicken wings a.k.a sayap ayam bumbu pedas dan baru kesampaian sekarang. Dulu selalu tertunda karena semua kios penjual ayam di pasar dekat rumah tidak menjual potongan-potongan ayam secara terpisah seperti di supermarket. Kalau beli di supermarket sering nggak puasnya karena porsi yang dijual sedikit dan harganya lebih mahal. 

Tapi....pucuk dicinta ulam pun tiba....saat mau beli ayam di kios langganan, saya lihat ada seorang ibu yang membeli potongan ayam hanya bagian paha bawah saja, yang biasa disebut ayam upin ipin. Ternyata sekarang sudah bisa hanya membeli potongan ayam bagian paha saja atau sayap saja. Wah....ada kemajuan nih, pikir saya hehehe....

Akhirnya saya belilah sayap ayam 1 kg, dapatnya sekitar 9-10 potong, lumayan banyak juga untuk porsi keluarga saya. Sudah kebayang sedapnya makan spicy chicken wings, nggak sabar cepat-cepat eksekusi hihihihi.... (^^).


"HOT SPICY CHICKEN WINGS"
Oleh : Nova Rilandari

Bahan :
10 buah sayap ayam
2 sdm kecap manis
1 sdt kecap asin
1 sdm saus tiram
1 sdm madu
1/2 sdt garam halus
1/4 sdt merica bubuk
100 ml air

Bumbu halus :
8 buah cabe merah
3 siung bawang putih
1 ruas jahe

Cara membuat :
◆ Campur rata semua bahan dan bumbu halus dalam panci.
◆ Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan air menyusut. Angkat.
◆ Siapkan loyang datar dan alasi dengan alumunium foil. Tata ayam diatas loyang dan panggang di suhu 200-250°C selama 20 menit.
◆ Angkat dan sajikan dengan nasi hangat atau bisa juga dimakan tanpa nasi.


Nggak pakai lama, chicken wings pun tersedia dan siap disantap....so delicious..... Cukup mudah membuatnya kan....

"Happy Cooking" ^^

Wednesday, 25 February 2015

"Churros"


Naaahh....ini cemilan kesukaan anak-anak di rumah. Biasanya saya buat untuk cemilan pagi mereka. Kalau yang belum kenal dengan churros, namanya terdengar asing di telinga ya. Emang asing karena makanan ini adalah cemilan khas Spanyol. Tapi sebenarnya churros di negara kita sekarang sudah nggak asing lagi, sudah ada juga yang jualnya meskipun hanya sebatas di kafe dan hotel.

Adonan churros mirip seperti sus, bedanya churros digoreng bukan dipanggang seperti sus. Makanya saya juga suka menyebutnya sus goreng, terasa lebih mudah menyebutnya saat ada yang tanya hehehe.... :P

Churros bisa langsung dimakan begitu saja atau dikombinasikan dengan saus cokelat, atau ditaburi dengan campuran gula halus dan kayu manis bubuk seperti yang saya buat. 


"CHURROS"
Oleh : Nova Rilandari

Bahan :
250 ml air
75 gr margarin
2 sdm gula pasir
1/4 sdt garam halus
150 gr tepung terigu protein sedang
2 butir telur ukuran besar

Taburan :
2 sdm gula halus
1 sdt kayu manis bubuk

Cara membuat :
◆ Campurkan air, margarin, gula pasir, dan garam. Masak hingga mendidih sambil diaduk.
◆ Masukkan tepung terigu, aduk cepat hingga kalis. Angkat.
◆ Pindahkan adonan ke dalam mangkuk mixer, lalu kocok sebentar dengan speed rendah hingga uap panasnya hilang. Masukkan telur sambil terus dikocok hingga tercampur rata. (Jika tidak ada mixer, bisa diaduk menggunakan sendok kayu).
◆ Masukkan adonan ke dalam piping bag/plastik segitiga dan pasang spuit bintang. Semprotkan perlahan adonan ke dalam minyak panas hingga panjang yang diinginkan, lalu potong menggunakan gunting. Goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
◆ Saat uap panasnya hilang, taburi dengan gula halus dan kayu manis bubuk.


Done...churros a.k.a sus goreng siap dinikmati. Cukup mudah membuatnya. Disarankan dinikmati saat masih hangat karena kerenyahannya berkurang jika sudah dingin.

"Happy Cooking" ^^

Tuesday, 24 February 2015

"Homemade White Loaf Bread"


Saya sangat jarang sekali membuat roti tawar, kalau dihitung ini ketiga kalinya saya membuat roti tawar sendiri. Anak-anak doyannya roti manis/roti isi, jadi saya seringnya ngulen adonan roti manis. Kalau sudah bikin roti tawar, anak-anak hanya makan 1 atau 2 lembar saja, sisanya saya dan suami yang habiskan. Biasanya saya cocol dalam secangkir kopi karena dirumah juga nggak selalu tersedia selai roti. Enak juga kok hehehe..... :P

Postingan ini telat juga karena roti tawar ini saya buat sebagai pelengkap corn chicken chowder a.k.a sup krim yang saya buat beberapa waktu yang lalu. Sekalian nyobain loyang baru juga (^^).



"WHITE LOAF BREAD"
Oleh : Nova Rilandari

Bahan A :
375 gr tepung terigu protein tinggi
35 gr gula pasir
15 gr susu bubuk full cream
2 sdt ragi instan
1/2 sdt bread improver

Bahan B :
1 butir telur
150 ml air es

Bahan C :
30 gr mentega putih
1/2 sdt garam halus

Olesan, campur rata :
1 butir kuning telur
1 sdm susu cair

Cara membuat :
◆ Campurkan bahan A dan aduk sampai tercampur rata.
◆ Masukkan bahan B sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata.
◆ Tambahkan bahan C dan uleni hingga kalis.
◆ Bulatkan adonan, letakkan dalam wadah, dan tutup wadahnya dengan plastik wrap. Diamkan selama 1 jam hingga mengembang dua kali.
◆ Kempiskan adonan dan uleni sebentar. Bulatkan adonan dan giling memanjang, lalu gulung membentuk silinder seukuran loyang yang digunakan. Saya memakai loyang ukuran 26 x 11,5 x 7 cm.
◆ Letakkan adonan dalam loyang yang sudah diolesi mentega putih. Diamkan selama 30 menit.
◆ Oleskan permukaannya dengan bahan olesan. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan di suhu 190-200°C selama 25-35 menit hingga matang.
◆ Angkat dan dinginkan. Potong menggunakan pisau bergerigi.


Taraaa....jadi deh roti tawarnya. Kalau sudah gini gimana mau melirik bakery lagi, yang ada say goodbye hihihihi.... :D

"Happy Baking" ^^

Monday, 23 February 2015

NCC Food Photography Challenge #1 : "Donut Photo Challenge"

Donut Challenge #1

Bermodalkan nekat dan kamera hp, perdana ikutan food photo challenge di NCC Food Photograpy Challenge. Padahal saya awam sekali masalah jepret-jepret, masih tahap belajar biar naik kelas hehehe.... :D

Tema challengenya adalah donat, bisa buatan sendiri ataupun beli. Rencana mau beli aja donatnya biar nggak repot dan tinggal jepret aja, tapi ujung-ujungnya buat sendiri juga donatnya setelah melihat ubi ungu tergolek di sudut dapur hihihi.... (^^).

Hasil donatnya sih memuaskan tapi hasil fotonya yang kurang memuaskan. Sudah beberapa kali mengubah anglenya tapi kok ya kayaknya nggak pas terus, jadi bikin frustasi juga nih (-_-). Pengennya nunjukin bagian dalam donat yang ungu tapi karena warna ungunya agak pucat jadi saat difoto nggak terlalu terlihat. Itu juga yang jadi koreksi dari senior-senior di NCCFPC, karena judul foto saya donat ubi ungu, seharusnya POI atau fokusnya di bagian dalam donat yang menunjukkan kalau donatnya terbuat dari ubi ungu.

Donut Challenge #2

Saya juga sempat foto ulang kembali donatnya, tapiii....tetap aja nggak puas dengan hasilnya. Minder juga lihat hasil foto teman-teman lain yang juga ikutan challenge, jempol semuaa. Kayaknya saya grogi nih jadi mati gaya, padahal biasanya oke aja setiap jepret makanan hehehe.... :P

Alhamdulillah masih dapat badge peserta meskipun fotonya masih dari sempurna. Harus banyak belajar dan latihan lagi, siapa tau bisa ikutan challenge lagi.
Semangaaaattt....!!!! \(^^,)/

NCCFP Badge Challenge

Oya...untuk resep donat ubi ungunya nanti saya share di postingan berikutnya ya.... :D